Jumat, 24 Agustus 2007

pejabat pemerintah vs pejabat rakyat

Sebentar lagi kota bengkulu akan melaksanakan sebuah prosesi demokrasi yaitu pemilu walikota untuk periode 2007 - 2012. Pemilu yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 September 2007 tersebut merupakan pemilu perdana bagi kota bengkulu dimana telah mengadopsi konsep pemilu secara langsung oleh rakyat. Sebelumnya walikota bengkulu masih dipilih dengan konsep lama yaitu dipilih melalui mekanisme sidang DPRD. Seberapa siapkah kota bengkulu untuk menghadapi pemilu secara langsung??
Sekalipun ini bukan yang pertama bagi masyarakat kota bengkulu, karena sebelumnya masyarakat kota bengkulu telah melewati pemilu langsung untuk memilih gubernur dan wakil gubernur provinsi bengkulu, masyarakat bengkulu harus tetap dituntut dewasa dalam menetapkan figur yang mereka pilih nantinya.
Dalam hal ini ada point tersendiri dalam menyikapi pilwakot tersebut. Point tersebut adalah mengenai mental figur yang akan menjadi walikota bengkulu. Ada 2 tipe dari mental figur tersebut yaitu pejabat pemerintah dan pejabat rakyat. Untuk lebih jelas, mari kita ulas satu per satu.
Pertama, pejabat pemerintah merupakan warisan rezim pemerintahan terdahulu dimana pejabat merupakan jabatan yang berkuasa dan terhormat. Hal ini mengalami metamorfosis yang mana pada awal berdiri negara Indonesia, pejabat tersebut dikenal dengan istilah penguasa. Setelah orde baru berkuasa, maka istilah penguasa diganti dengan pejabat pemerintah. Tipikal dari pejabat jenis ini identik dengan birokrat,teknokrat, KKN, dan neo feodalisme. Jabatan tersebut menempati posisi tertinggi sehingga seringkali kita temukan penyimpangan wewenang dari jabatan tersebut.
Yang kedua yaitu pejabat rakyat. Konsep ini lahir seiring dengan reformasi dimana rakyat telah letih untuk selalu dikekang dan ditekan. Rakyat mulai menyadari bahwa inti dari demokrasi ialah kekuasaan bukanlah di tangan penyelenggara negara melainkan di tangan rakyat. Untuk menjalankan kekuasaan tersebut, rakyat menunjuk pejabatnya. Maka tepatlah istilah pejabat rakyat yang bermakna bahwa pejabat tersebut mewakili rakyat.
Dari kedua konsep tersebut memang yang kita lihat hanyalah perbedaan dari kosakata. Akan tetapi, perbedaan antara kata " pemerintah " dengan kata " rakyat " akan juga menentukan ruang lingkup dari kepentingan pejabat tersebut. Pejabat pemerintah, sesuai dengan harfiahnya, akan memperjuangkan kepentingan pemerintah sedangkan pejabat rakyat akan memperjuangkan kepentingan rakyat. Permasalahannya, apakah kepentingan pemerintah = kepentingan rakyat ???
Terakhir, dalam menyikapi pilwakot kota bengkulu masyarakat harus benar - benar berpikir dewasa ketika menetapkan pilihannya. Satu coblos pada tanggal 11 September 2007 menentukan nasib kota bengkulu sampai tahun 2012. Jadi figur yang bermental mana yang akan kita pilih, pejabat pemerintah ataukah pejabat rakyat??

Kamis, 05 Juli 2007

Dimanakah eksistensi mahasiswa Bumi Rafflesia??


Seperti kondisi yang berkembang hari ini, masih saja terjadi banyak penyimpangan – penyimpangan di daerah Bengkulu.Pertama, kebocoran dana APBD terkait kasus pencairan dana bantuan untuk pelaksanaan muktamar salah satu ormas yang ada di provinsi Bengkulu. Kedua, munculnya wacana pembentukan provinsi Sumatera Tengah yang rencananya akan menyebabkan sejumlah kabupaten melepaskan diri dari provinsi Bengkulu. Bagaimana mungkin kita mampu melaksanakan pembangunan yang optimal apabila masih saja terdapat jurang perbedaan pandangan serta kesenjangan diantara kita yang berdampak pada munculnya wacana – wacana yang justru melemahkan persatuan dan kesatuan kita, salah satunya wacana diatas. Aksi – aksi perjuangan yang bersifat kritis telah dilakukan oleh mahasiswa – mahasiswa yang berafiliasi disejumlah universitas di provinsi Bengkulu. “ BAGAIMANA DENGAN REKAN-REKAN MAHASISWA BENGKULU YANG BERADA DILUAR SANA?”. Padahal, mahasiswa Bengkulu yang berada diluar sana dapat menjadi pioner – pioner perubahan. Mereka memiliki kesempatan untuk melakukan observasi terhadap pelaksanaan otonomi daerah di tempat mereka menuntut ilmu. Lalu sebagai tindak lanjutnya, mereka bisa mengadaptasi nilai – nilai positif yang terdapat di luar sana untuk diterapkan di daerah. Tapi kapankah hal ini akan terwujud?? Ini merupakan tugas kita selaku mahasiswa Bengkulu Maka dari itu, keterlibatan kembali mahasiswa sebagai bagian yang terpisahkan dari masyarakat dalam hal ikut menentukan arah pembangunan dan pemberdayaan merupakan solusi yang tidak dapat ditawar lagi. Mahasiswa Bengkulu harus mampu menjadi garda depan perjuangan amanat penderitaan rakyat di daerah Bengkulu. Mahasiswa Bengkulu harus manunggal bersama rakyat Bengkulu untuk mewujudkan provinsi Bengkulu yang bermartabat dan berwibawa dengan adanya sebuah pemerintahan yang jujur, adil, bersih, dan merakyat. Bumi Rafflesia saat ini tengah merindukan kehadiran para mahasiswa – mahasiswanya.
Created by rhyo arpeggio, 2007

Salam perjuangan

Silahkan mengeluarkan pemikiran - pemikiran anda sebebas - bebasnya karena dalam forum ini or kalo mo komentar juga boleh2 aja koq coz kebebasan berpendapat merupakan azaz di forum diskusi ne. But, ingat bebas dengan catatan dilandaskan pada kebenaran ilmiah lho....................

So,get the party begin.........................